Sejarah YPPI

Sejarah YPPI 
– Sisa-sisa penjajah Belanda masih terasa. Tak terkecuali di bidang pendidikan. Baru di tahun 1947, pemerintah Indonesia membuat kurikulum pertama. Kala itu bernama Leer Plan (Rentjana Peladjaran). Mengingat kondisi masih carut –marut oleh Agresi Militer Belanda I, kurikulum ini baru diterapkan 3 tahun kemudian.

surabaya tempo dulu, agresi militer belanda, aksi polisional 

Isi Kurikulum Pertama di Indonesia
Secara garis besar, kurikulum ini meneruskan tradisi pendidikan di jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Walau berdasar Pancasila dan UUD 45, muatan politis kurikulum ini masih sangat pekat. Secara teknis ada dua hal pokok dalam kurikulum ini: Pertama, daftar mata pelajaran beserta durasi pengajaran. Kedua, garis besar bahan ajar. Kala itu pemerintah menganggap penting kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat, sejajar dengan bangsa lain. Bahasa pengantar dalam pendidikanpun masih didominasi bahasa Belanda. Untuk kalangan Tionghoa, mereka lebih banyak menggunakan bahasa mereka sendiri ketimbang bahasa Indonesia.
Lahirnya YPPI
Susahnya mencari sekolah yang berbahasa Indonesia. Di Surabaya baru ada sekitar 4 sekolah yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Kondisi ini menyulut Congregate Tionghoa, Muhammadyah dan NU, untuk mendirikan sekolah berbahasa Indonesia. Ide ini memperoleh respon positif dari kalangan masyarakat yang nasionalis. Sejak kali pertama didirikan , 1 Juli 1947, YPPI sudah multiculture. Dengan tekad berbagi yang cukup tinggi, para pendiri YPPI rela menggunakan dana pribadi untuk membiayai YPPI.
Tantangan YPPI 1947
Kondisi ekonomi saat itu belum stabil. Apalagi 21 hari setelah YPPI lahir, Belanda melancarkan agresi militernya I di daerah basis minyak dan kekayaan alam: Sumatra dan Jawa, khususnya daerah pantai Utara Jawa. Daerah ini sangat kaya minyak, tembakau dan tebu. Dalam kondisi seperti ini, semangat belajar sangat rendah. Mereka lebih suka berperang mempertahankan kemerdekaan daripada masuk sekolah. Inisiatif untuk mengembangkan pendidikan tetap masih ada, justru dari kalangan non pemerintah.

jalan genteng kali surabaya, peta surabaya dulu, peta kuno 

YPPI 1948 – 1957
Tahun 1948 : TK di jalan Sidodadi I / 34, Surabaya.
Tahun 1949 : Dibuka sebuah SD di jalan Kusuma Bangsa 124, Surabaya.
Tahun 1952 : Dibuka SMP di jalan Gentengkali 10, Surabaya.
Tahun 1957 : Dibuka SMA di jalan Donokerto XI / 18-20. Kala itu pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa para murid keturunan Tionghoa wajib bergabung dalam sekolah ber kurikulum dan berbahasa Indonesia. Akibatnya, YPPI Donokerto membuka tingkat TK- SD-SMP-SMA.
YPPI 1967 – 1987
Tahun 1967 : Fasilitas YPPI ditambah, mulai gedung, alat peraga, laboratorium, perpustakaan dan UKS.
Tahun 1972 : SD YPPI telah menerapkan sistem pemakaian sekolah “Comprehensive”, dan merintis sekolah pembangunan sesuai dengan prasarana dari pemerintah.
Tahun 1979-1985 : YPPI membangun gedung sekolah berlantai 4 diatas lahan seluas 15.957m2 dikompleks perumahan Manyar Kertoarjo / Dharmahusada Indah. Sekarang menjadi Jl Dharmahusada indah Barat VI / 1 Surabaya, untuk kegiatan pendidikan TK-SD-SMP-SMA.

Tahun 1986 : YPPI mendirikan Perguruan Tinggi Universitas Widya Kartika yang masih menjadi satu dengan gedung sekolah Jl Dharmahusada indah Barat VI / 1, sebagai wadah pendidikan lanjutan bagi para murid SMA YPPI. Selain itu YPPI meluncurkan Program Pendidikan Jangka Panjang (PPJP) untuk para murid YPPI dari jemjang TK hingga Perguruan Tinggi (UWIKA).

Tahun 1987 : YPPI mendirikan TK dan SD di jalan Sutorejo Utara I / 2-6 Surabaya. Dan sekarang berkembang menjadi TK-SD-SMP YPPI. Selain itu YPPI juga mendirikan SMA YPPI di jalan Kapasari 126-128 Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s